Untuk membangun aplikasi terdistribusi yang fleksibel dan kuat ada beberapa hal yang harus dipenuhi :
Sebuah arsitektur service-oriented terdiri dari 3 role utama (element utama):
Untuk mengembangkan dan menggunakan web service secara sukses, sangat penting mengetahu fitur Model pemrograman web service.
Fitur Model pemrograman web service :
- Ketika mengintegrasikan sumber daya perangkat lunak, sumber daya harus digabungkan, maksudnya sumber daya harus berbeda dan terpisah
- Komunikasi inter program harus selalu sesuai dengan standar internet
- Interface service dari sumber daya software harus diumumkan untuk publik dan definisi interface serta dokumentasi harus mudah diakses oleh publik
- Kita dapat membangun aplikasi dengan integrasi proses bisnis inti dengan menggunakan servise software outsource dan resource
- Kita dapat membuat sumber daya software-software kecil
- Sumber daya software third-party yang dapat digunakan kembali mampu menyediakan biaya dan keuntungan produktivitas
- Penjualan software sebagai service dapat menjadi luas
Sebuah arsitektur service-oriented terdiri dari 3 role utama (element utama):
- Service Provider, yang merupakan node hosting jaringan web service.
- Service Customer, yang merupakan node hosting jaringan client yang bisa berkomunikasi dengan menggunakan HTTP. Client terdiri dari browser, aplikasi konsol, dan GUI (Graphical User Interace).
- Service Broker, yang merupakan node hosting jaringan global registry dari web service yang tersedia seperti buku alamat yang bersifat global.
- Publish service
Service provider mempublikasikan service mereka ke sebuah service broker, informasi yang dipublikasikan disertai dengan definisi interface, lokasi dari service provider, dan mungkin informasi yang mendukung lainnya atau dokumentasi. - Find service
Service consumer menemukan required/desire service dengan menggunkan service broker. - Bind to service
Service consumer mengikat kepada spesifik service yang disediakan oleh sebuah service provider. Proses pengikatan ini disertai dengan autentikasi dari para customer.
Untuk mengembangkan dan menggunakan web service secara sukses, sangat penting mengetahu fitur Model pemrograman web service.
Fitur Model pemrograman web service :
- Web Protocols
Fitur pertama dalam pemrograman Web service adalah komunikasi protokol secara khas dengan HTTP. Namun, HTTP pada hakikatnya tidak men-support konsep pemanggilan method. Karena batasan ini, Web service consumers sering menggunakan SOAP diatas HTTP yang berbasis XML untuk memanggil method web service. Maka dari itu, penting bagi developer untuk memiliki sedikitnya pengetahuan tentang cara kerja HTTP dan SOAP.2. Stateless
Sebagian besar developers terkenal dengan stateful object model. Dengan kata lain, instantiasi class dibuat dan kemudian dikenakan berbagai operasi pada object. Antara masing- masing pemanggilan method, object akan maintain state tsb. Dalam lingkungan stateless, object tidak menahan state di antara panggilan. State lain yang seharusnya diditahan diantara panggilan dapat disimpan dalam database atau cookie.3. Loosely coupled
Dalam aplikasi nondistribusi, jika ada yang memerlukan sumber daya software, misalnya fungsi library dalam sebuah DDL, tersedia saat aplikasi dijalankan, mereka secara kontinu akan tersedia selama aplikasi berjalan.4. Universal data format
Untuk aplikasi terdistribusi, khususnya aplikasi terdistribusi yang menggunakan sumber daya software dari internet, kemungkinan meningkatnya penggunaaan sumber software tidak akan selalu bisa tersedia.
Konsekuensinya, Web Service harus di pasangkan secara longgar (loosely coupled) sehingga mereka dapat me-reconfigure secara dinamik jika sumber daya tidak tersedia. Aplikasi loosely coupled juga memiliki keuntungan perizinan failover karena consumers tidak akan memiliki persamaan dengan instance tertentu dala web service.
Umumnya Format data yang digunakan dalam web service adalah XML.
Beberapa area dimana XML digunakan dalam Web Service :
- SOAP protocol berbasis XML
- Diskripsi web service berada dalam XML Dokumen
- Pengembalian data dari web service dalam XML Dokumen
- Web service didaftarkan dengan UDDI registry dengan menggunakan XML dokumen
- Aplikasi ASP .NET dikonfigurasikan dengan menggunakan file XML Configuration.
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
0 komentar: (+add yours?)
Posting Komentar